Catatan Preview MC sabtu, 6 maret 2010 @ Slipi

Setiap manusia dalam hidupnya pasti akan dihadapi dengan pilihan. Setiap pilihan pasti akan memiliki konsekuensi yang akan diperoleh. Hari ini i mendapatkan pencerahan yang luar biasa dari seorang guru yg super dahsyat. PErtemuan kali ini begitu membuka wawasan dan paradigma berpikir. Semakin menguatkan bahwa di bisnis ini semua sudah jelas. Kuncinya hanya di komitmen, komitmen ketika kita sudah memutuskan sebuah pilihan. Inginnya i memaparkan semua yg pak tom jelaskan, mudah2an catatan ini bsa memotivasi tmn2 semua u segera berpindah dari tdb(tangan d bawah = karyawan) menjadi tda (tangan di atas=pengusaha).
Kita sering kali terpatok bahwa kaya itu identik dengan banyak uang, terkenal, dan punya bnyk rumah atau kendaraan. Dan orang miskin adalah orang yg serba terbatas baik uang, pnghasilan, materi. Sebetulnya kaya atau miskin sebetulnya berawal dari sebuah keputusan. kenapa ??

Ya … kaya dan miskin adalah hanya sebuah keputusan. Definis kaya dan miskin pun relatif, yang smuanya berkorelasi dengan kebahagiaan. Karena tidak sedikit orang yg kaya dlm pndangan kita tapi mereka tidak bahagia, tp ada juga keluarga yg bisa dibilang miskin tapi mereka bahagia dengan keadaan mereka, karena apa ?? kl saya perhatikan kaya dan miskin itu relatif. Dan faktor penentunya adalah waktu dan uang, knp ??
Karena sering kali qt terbentur dengan 2 faktor ini. tdk sedikit di antara kita bnyk uang tp ga pny waktu u menikmatinya dg keluarga. Sang kepala keluarga habis waktunya dkantor dan setumpuk pekerjaan. walopun materi yag dia kumpulkan bsa membeli segalanya, tapi 1 hal yg dia tdk punya yaitu waktu. waktu kbersamaan dengan keluarga. Padahal fitrah manusia adalah perhatian & waktu kebersamaan. jika materi melimpah tapi dkeluarga tidak ada kebersamaa, yang ada keluarga itu hampa, dan tidak sedikit bnyk melahirkan anak2 broken home.
Ada juga yang keluarga itu kekurangan dari segi materi, yang menyebabkan perceraian, tindak kriminal, kasus ibu membunuh anaknya karn masalah ekonomi, dsb. Cukup bnyk kasus d negara kita yg berawal dari kekurangan materi dan dampaknya terhdap kehidupan masyarakat kita.
Lalu bagaimana dengan kita sendiri ?? sudahkah kita memiliki kebebasan waktu dan kebebasan finansial ?? atau kita memiliki waktu tapi tidak memiliki kebebasan finansial? atau sebaliknya ? yuks qt evaluasi, sudah sejauhmana perjuangan kita untuk mendapatkan hdup yang lebih baik ?? sudah layakkah kita disebut sebagai pahlawan di keluarga ??
Memang bukan hal yg mudah untuk mendapatkan kebebasan finansial dan waktu, tapi bukan berarti tidak bisa, karena bnyk jg org yg sdh bisa mencapainya. sekarang tinggal masalah kita mau atau tidak? siap atau tidak ? karena untuk mencapai hal ini bukanlah hal yang mudah, dimana kita harus siap berjuang dan mencurahkan semua potensi kita supaya bisa mencapai impian yg kita impikan.
Selain materi & waktu, tentunya spiritual kita pun hrs seimbang, jadi di antara EQ-SQ-IQ hrs ada keseimbangan diantara 3 faktor tersebut, shingga akan menjadikan kita seorang kaya yang dermawan & taat kpd Rabb-nya. Alangkah indah jika ada seorang muslim yg kaya baik kaya ilmu, hati dan materi. Dia bsa menolong siapapun tanpa pandang bulu & status. Bisa menyempurnakan kemuslimannya dg optimal menolong saudara2nya yg membutuhkan, baik ilmu maupun materi.
So … maukah kita menjadi seorang pengusaha muslim yg kaya, baik kaya hati, ilmu maupun materi ?? yang bisa menjadi solusi sodara2 qt tatkala mereka membutuhkan, menjadi tmpt pelarian jika mreka mndpata kesulitan ?? siapkah kita menjadi pahlawan u sodara2 kita ???
wallahu a’lam

Leave a Reply