Motivasi, Dicari atau Dihadirkan ?

Dalam hidup ada susah dan senang, sukses dan gagal, menang dan kalah, kaya dan miskin. Tak sedikit orang mengatakan dia sukses karena hasil kerja kerasnya sendiri, dan tak sedikit pula yang mengatakan salah orang lain ketika mereka mengalami kegagalan.
Kalau kita ingin menyalahkan orang lain yang paling bertanggung jawab atas kegagalan kita dalam hidup, maka kita bisa mulai dengan menyalahkan diri sendiri? Kenapa demikian? Karena diri kita sendirilah yang mengambil keputusan untuk gagal. Bukan karena waktu yang sempit, bukan atasan yang galak. Bukan anak buah  yang susah diatur. Bukan istri  yang tidak sejalan. Bukan suami yang tidak pengertian. Bukan teman di kantor yang tidak sejalan dengan pemikiran kita. Melainkan karena diri kita sendirilah yang memutuskan, mengambil keputusan dengan penuh kesadaran, untuk gagal.
Seorang pesenam dari Jepang meraih medali emas impiannya setelah menari dengan indah di Olympiade. Padahal hari sebelumnya, tumitnya retak dan dokter mengatakan di akan cacat seumur hidupnya. Rasa sakit dikalahkan oleh kemauan yang kuat untuk mempersembahkan medali emas bagi negaranya.
Seorang veteran perang dunia pertama menawarkan resep masakan keluarganya kepada lebih dari seribu orang yang dinilainya dapat memberinya modal usaha mengembangkan restoran. Seribu orang itu menolaknya. Tapi ia tidak menyerah. Bayangkan bila saat itu Kolonel Sanders memutuskan berhenti pada penolakan yang ke 999, hari ini kita tidak akan mengenal Kentucky Fried Chicken

Thomas Alfa Edison berkata pada seorang wartawan, ketika percobaan lampunya yang ke-sekian ratus gagal… “Saya tidak gagal! Bahkan saya baru saja berhasil menemukan cara ke 879 untuk tidak membuat lampu!” Semangatnya Pantang menyerah.

Sepasang mahasiswa drop-out memulai sebuah perusahaan software kecil-kecilan yang sama sekali tidak diperhitungkan akan menjadi besar. Kini Bill Gates  merupakan orang terkaya di dunia software, padahal hanya berijazahkan high school (SMA).


Sukses bukan nasib. Sukses adalah sesuatu yang hanya dapat dicapai dengan harta, keringat, air mata dan kadang juga darah. Pada prinsipnya, tidak ada orang yang gagal. Yang ada hanya orang yang “memutuskan untuk berhenti” sebelum mencapai sukses.
Jadi … pilih mana ? mau sukses atau gagal ? 100 kali gagal = 101 bangkit = sukses.
*dari berbagai sumber

Leave a Reply