Pameran Properti 2012

JAKARTA – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera)  mengikuti kegiatan pameran properti  BNI – REI Expo 2012 di Jakarta Convention Center pada tanggal 20 – 28 Oktober 2012. Kemenpera bersama sejumlah pengembang perumahan lainnya menempati lokasi Stand Rumah Sederhana.

 Kepala Bagian Humas dan Protokol Kemenpera, Andri Yusandra menyatakan, pada kegiatan pameran tersebut, Kemenpera mensosialisasikan berbagai materi terkait program pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di Indonesia. “Beberapa materi yang kami tampilkan pada kegiatan pameran ini antara lain program kredit pemilikan rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, Program perumahan Swadaya, pembangunan perumahan formal dan pengembangan kawasan di Indonesia,” ujarnya di sela-sela kegiatan pembukaan pameran beberapa waktu lalu.

Pameran properti akbar BNI-REI Expo 2012 dibuka oleh Menteri Perekonomian Hatta Rajasa di JCC, Sabtu (20/10) malam kemarin. Pameran properti tersebut digelar secara serentak di 20 kota di Indonesia pada tanggal 20-28 Oktober 2012. BNI-REI Expo yang diselenggarakan bank syariah BNI bersama dengan Real Estat Indonesia itu diikuti total 750 pengembang dengan total 1.000 proyek. Di Jakarta, pameran diikuti 125 pengembang dengan 135 lokasi proyek properti.

Pada pembukaan pameran tersebut, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa juga menyempatkan datang ke stand pameran Kemenpera. Selain melihat-lihat materi pameran, dirinya juga bertanya tentang program pembangunan perumahan dan kawasan permukiman yang telah dan akan dilaksanakan oleh Kemenpera.

Menurut Andri Yusandra, semakin banyaknya jumlah penduduk di Indonesia berdampak pada semakin meningkatnya kebutuhan rumah. Apalagi saat ini masih banyak masyarakat khususnya masyarakat miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan bantuan pemerintah dalam penyediaan rumah yang layak huni dan harga yang terjangkau.

“Kemenpera memiliki program bantuan pembiayaan melalui KPR FLPP Kemenpera yang bekerjasama dengan sejumlah bank syariah swasta nasional dan bank syariah pembangunan daerah. Masyarakat bisa memanfaatkan KPR FLPP tersebut karena selain suku bunga rendah sekitar 7,25 persen selama masa tenor angsuran yang dibayar per bulan pun cukup ringan,” imbuhnya.

Leave a Reply