GrabTaxi, Uber, Gojek itu tidak bisa disebut Perusahaan Transportasi

GrabTaxi, Uber, Gojek itu tidak bisa disebut Perusahaan Transportasi

Kasian nih, pemerintah pasti bingung soal Online Taxi dsb, sebetulnya tidak hanya di Indonesia, tapi juga di banyak negara termasuk Perancis. Saat disana kemarin ada demo besar2an para sopir taxi, masalahnya kurang lebih sama….

GrabTaxi, Uber, Gojek itu tidak bisa disebut Perusahaan Transportasi, mereka itu marketplace. Jadi sudah pasti tidak akan bisa kalau disuruh ngikutin aturan atau UU yang ada seperti uji kir, menyediakan bengkel dsb. Mereka tidak sama dengan perusahaan transportasi seperti pada umumnya yang selama ini ada.

Saya punya mobil, kemudian Anda datang pada saya, minta tolong di antar ke sebuah tempat dengan imbalan tertentu, saya setuju, lalu saya antar, kemudian saya mendapat upah dari jasa tersebut. Clear, tidak ada yang salah dengan transaksi tersebut. Saya rasa itu hal biasa dan banyak terjadi di masyarakat, nah lalu ada orang yg membuat aplikasi untuk mempertemukan keduanya, antara yang lagi butuh diantar dengan yang siap mengantar. Itulah GrabTaxi, Uber dan Gojek. Hal yang sama juga terjadi dengan “Nebenger”, semua itu Marketplace bukan perusahaan transportasi. Jadi aturannya tidak bisa sama dengan perusahaan transportasi….

Contoh lain, Anda punya kamar lebih dirumah, kemudian ada orang datang dan bersedia membayar kamar Anda untuk dipakai menginap beberapa hari. Apakah boleh? ya boleh, tidak ada yang melarang, wong kesepakatan. Nah, ketika ada orang lain yang membuat aplikasi yang mempertemukan antara yang punya kamar lebih dan yang butuh kamar seperti AirBNB, perusahaan aplikasi itu tidak bisa disebut perusahaan sejenis hotel, AirBNB adalah marketplace….

Di Perancis, ada aplikasi yang mempertemukan antara orang yang kelebihan masak dan yang butuh makanan rumahan, jadi orang makan dirumah yang bersedia menyediakan makanan. Apakah boleh? ya boleh, siapa yang mau melarang orang melakukan hal seperti ini. Kasus aplikasi ini menjadi ramai di Perancis, karena banyak restoran yang protes, hahahaha mungkin akan terjadi sebentar lagi di Indonesia….

Dulu, individu2 yang berlebih dan membutuhkan ini sulit bertemu, media yang ada sangat tebatas, dengan adanya internet di tambah booming nya mobile phone, menjadikan keduanya sangat mudah dipertemukan.

Jadi pemerintah harus jeli, mana perusahaan transportasi, hotel, dsb, mana yang Marketplace, dan saya juga sepakat bahwa marketplace juga harus diatur, supaya bayar pajak, dan konsumen terlindungi…

Seperti yang sering saya bilang, sekarang itu eranya Indie, anda bisa menghasilkan uang secara mandiri, selama anda punya kemampuan yang dibutuhkan orang.

Ingat bukunya Bill Gates, The Road a Head? akan selalu ada aplikasi yang membunuh aplikasi sebelumnya yang telah dianggap mapan selama itu. Killing Application.

Dan sekarang memang eranya yang cepat memakan yang besar….

Leave a Reply